Rabu, 23 Juli 2014

My Adventurous Life begins here

"Rejeki dan jodoh tak akan tertukar, karena Allah telah mengatur segalanya"
Jika kita mempunyai hajat pada diri kita, memohonlah kepada Sang Empunya hidup (Allah SWT).


Salah satu kalimat yang saya masih yakini hingga saat ini. Memang kadang kala hal yang kita inginkan bukan hal yang terbaik untuk kita. Dan Allah lah yang menunjukkan jalanNya.

Alhamdulillah dari sekian banyak tahapan
1. Univerisitas
- Cari profesor
- Cari rokemendasi
- Wawancara
- Letter of Acceptance (LoA)
- Certificate of Eligibility (CoE)
- Visa 
(Hingga detik ini, untuk dua poin terakhir sedang dalam proses. Semoga diberi kelancaran, Aamiin..)

2. Beasiswa
- Persiapan dokumen (Surat rekomendasi, Essay, Language Proficiency, dll)
- Wawancara
- Leadership Group Discussion  (LGD)
- Pengumuman 
- Letter of Sponsorship (LoS) 
- Program Kepemimpinan (PK)
(Poin terakhir sedang dan akan melaksanakan.. pada pertengahan September)

Alhamdulillah Allah menjawab do'a dan mimpi saya. Ya, saya diberi kesempatan untuk melanjutkan studi S2 saya di Jepang selama 2 tahun. Disinilah saya akan melanjutkan tema skripsi S1 saya, ada kemungkinan berbeda karena tergantung sensei saya.

Bismillahirahmannirahim..
Mudahkanlah segala urusan hamba Ya Rabb

Jumat, 30 Agustus 2013

Welcome My New Life, I should be a mature person!

4 tahun telah berlalu untuk menuai suatu gelar yang diidamkan oleh tiap mahasiswa  yang telah merampungkan tugas akhirnya, yaitu gelar insinyur (kalau masa kini S.T. atau Sarjana Teknik). Namun sayang gelar yang terlihat kece dan keren itu sudah tak berlaku untuk lulusan tahun ini.

Alhamdulillah..

Wentika Putri Kusuma Asih, S.T.


tak dapat diungkapkan dengan kata- kata apa yang telah dialami saya selama ini. Perjuangan, kekeluargaan, persahabatan semua tercampur menjadi satu. Ya, lagi- lagi saya diingatkan akan masa lalu. Allah telah mengatur jalan yang telah saya lalui hingga hari ini, dari nekat menuju Jakarta untuk mengikuti ujian masuk SNMPTN dengan mengantongi izin ibu untuk 'ujian masuk UI' (I'm sorry Mom)  hingga sekujur tubuh dilumuri carbon black  karena lupa tidak menutup rapat mixer berkecepatan tinggi saat membuat adonan bipolar plate untuk tugas akhir.

Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata- mata

Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk saya. Yang pasti saya harus usaha lebih dan banyak berdo'a kepadaNya dan jangan lupa mohon restu kepada orang tua :)

I can't wait to face my 'real' world and life! XD


Sabtu, 25 Mei 2013

Review Tarbiyatul Aulad Fil Islam #1

Alhamdulillah, sekian lama mencari buku ini, diizinkan untuk memilikinya.


Buku berjudul Pendidikan Anak Dalam Islam (Tarbiyatul Aulad Fil Islam) karya DR. Abdullah Nashih 'Ulwan terjemahan dalam.bahasa indonesia. Dalam buku ini terdapat 3 bagian, diantaranya:
1. Bagian pertama:
# Pernikahan yang ideal dan kaitannya dengan pendidikan
# Perasaan psikologis terhadap anak
# Hukum-hukum yang berkaitan dengan kelahiran
# Sebab-sebab kenakalan pada anak dan penanggulangannya
2. Bagian kedua:
# Tanggung jawab pendidikan iman
# Tanggung jawab pendidikan fisik
# Tanggung jawab pendidikan akal
# Tanggung jawab pendidikan kejiwaan
# Tanggung jawab pendidikan sosial
# Tanggung jawab pendidikan seks
3. Bagian ketiga:
# Metode dan sarana pendidikan yang berpengaruh pada anak
# Kaidah- kaidah asasi dalam pendidikan
# Sarana pendidikan

Pada kesempatan kali ini, review bagian #1 akan membahas mengenai bagian pertama pasal ketiga yaitu mengenai- Apa yang dilakukan Pendidik saat kelahiran-

a. Memberikan ucapan selamat dan rasa turut gembira ketika seseorang melahirkan.
Dianjurkan untuk memberikan ucapan selamat saat diberikan anugerah anak, dikarenakan hal ini dapat menguatkan tali persaudaraan dan menebar kasihsayang antara keluarga muslim.
b. Mengumandangkan adzan dan iqamah ketika anak terlahir
Supaya seruan dakwah kepada Allah, agama Islam dan ibadah kepadaNya tidak didahului dengan dakwahnya setan. Upaya untuk mengusir setan dan hawa nafsu sejak anak baru terlahir di dunia dan menghirup udara angin kehidupan.
c. Mengunyahkan atau menyuapkan kurma (tahnik) ketika anak terlahir
Hikmahnya yaitu menguatkan syaraf-syaraf mulut dan tenggorokan dengan gerakan lidah dan tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap untuk menyusu dan meminum air susu secara alami.
d. Mencukur rambut anak (pada hari ketujuh dari kelahirannya)
Akan memperkuatnya, mempertajam indra penglihatan, penciuman, dan pendengaran serta membuka selaput kulit kepala.


Semoga kita selalu istiqomah dijalanNya dan saya diberikan kesempatan untuk memposting review selanjutnya :)

Minggu, 19 Mei 2013

Pelatihan Diving #2ndDiving

Ditengah kesibukan membuat bipolar plate (baca: skripsi), kali ini diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan tahap dua diving. Mungkin ini yang disebut rejeki, karena pada awalnya bukan 'jatah' untuk mengikutinya. Berhubung  teman yang diberi tugas sedang pergi ke luar kota untuk 1 minggu, pelatihan kali ini diprioritaskan anggota yang berasal dari jurusan Teknik Metalurgi serta telah mendapatkan lisensi A1.

Alhamdulillah, H-3 sebelum kegiatan saya dihubungi oleh PJ. Awalnya bimbang, karena saya yang berada ditingkat akhir ini sedang menge-arrange waktu supaya 'running' tugas akhir saya tidak terganggu. H-1 kegiatan saya putuskan untuk mengikutinya. Ternyata eh ternyata, dari sekitar 18-19 peserta 50% didominasi oleh dosen dari perwakilan fakultas, ada yang mulai dari A1 ada yang melanjutkan. 

H1. Bedanya materi kali ini, kami tidak disuguhi materi kelas, hanya sekedar me-'refresh'  kembali materi yang kami dapatkam sewaktu A1. Dibantu oleh anggota MabesAL, H1 kami langsung praktik LKK. Pelajaran yang saya dapat dihari pertama, yaitu bagaimana mengatur napas yang baik ketika sedang berenang (sang penulis belum mahir untuk water trappen, masih suka panik dikedalaman tertentu). Kami dengan sigap menggunakan alat selam& melakukan penyelaman di kolam kedalaman 5 meter. Seperti biasa, praktik body breathing& mask clearing kami lakukan. Oh ya, kali ini buddy saya sama seperti pelatihan sebelumnya yaitu Dwitya (tya) !!hehe. Fyi, dia jago berenang, water trappen mantep, dikukuhkan sebagai asisten pribadi untuk peningkatan skill water trappen.hehe. Kali ini materi jelas bertambah, yaitu melepaskan seluruh alat selam di dasar kolam, kemudian berenang ke permukaan, dari permukaan berenang menuju dasar kolam untuk memakai alat selam kembali. Berhubung bouyancy saya yang positif pada bagian ini saya mengalami kesulitan, sehingga saya tidak berhasil melakukannya :( . Overall saya mendapatkan materi yang sangat mengesankan di hari pertama ini.

Beserta para instruktur

Narsis dulu dengan Pak Dekan
H2. Dengan menggunakan kereta menuju kota&lanjut menggunaka angkot, kami berkumpul jam 8 pagi di Marina, Ancol. Ternyata kami menggunakan speed boat dan kurang dari 1,5jam kami telah sampai di pulau pramuka. Kami menginap jeda 1 rumah dengan yang kami tempati pada pelatihan sebelumnya. Agak 'riweh'nya pelatihan ini, sebelum &sesudah penyelaman peserta harus di tensi darah terlebih dahulu.  Saya sempat mengalami kenaikan tensi darah mungkin disebabkan makanan yang disajikan bertemakan seafood& saya yang gemar cumi ini terlalu terlena untuk melahapnya di makan pagi&siang.




Siang-sore hari kami melakukan penyelaman, untuk kali ini juga alhamdulillah mask yang saya gunakan tidak cepat 'fogging' sehingga keindahan bawah laut terekam dengn baik. Malam harinya, sekitar pukul 7 malam, wajib untuk yang akan mengambil A2 untuk melakukan penyelaman malam hari (night dive). Menggunakan lampu flourence untuk tiap anggota buddy dan dive master menggunakan lampu khusus yang waterproof.  Perlu diketahui bahwa night dive tidak perlu dilakukan pada tengah malam yang penting matahari telah tenggelam. Awalnya agak panik ketika pertama menyelam, karena jujur, saya agak parno jika berada dikegelapan di tempat tertentu.  Sang instruktur mengetahui hal ini karena sedikit banyak saya agak kurang rileks ketika dibawah laut ketika itu. Tapi, setelah beberapa lama, sudah mulai terbiasa.

Night Dive


 H3. Pukul 8 pagi, kami bergegas ke 'spot baru' yang belum pernah kami kunjungi. Di spot bernama  'soft coral'  sembari menunggu giliran untuk penyelaman, kami ber-snorkeling di spot ini dengan bermodal fin, mask&snorkel. Giliran untuk penyelaman, keindahan yang terduga saya dapati disini. Coral& ikan yang beraneka ragam sangat memanjakan saya selama penyelaman. Suatu ketika saya melihat bintang laut besar berwarna biru keunguan yang sangat cantik, sayang ketika sedang berpindah dari tempat sana, tangan saya kelupaan memegang coral yang cukup tajam ketika tangan tergores olehnya. Alhasil telapak tangan kanan penuh goresan, didaerah jempol& telunjuk mendapatkan goresan cukup dalam, mengalami rasa gatal lebih dari seminggu setelah penyelaman. Sempat khawatir terkena infeksi, tapi berharap tidak. Sayangnya, luka dibagian jempol yang paling lama sembuh& membekas hingga kini :(. Berhati-hatilah ketika memegang coral saat penyelaman.


 Selama penyelaman, sepasang ikan kuning yang saling berkejar-kejaran, coral berekor seperti ayam yang didekati langsung menguncup, kawanan ikan kecil yang berwarna mencolok menari-nari di depan mata, tak luput kewaspadaan terhadap bulu babi yang harus diperhatikan mewarnai penyelaman kali ini. Sangat berkesan. Siang harinya, sambil menunggu jam 1siang untuk pulang menuju jakarta. Saya dan tya iseng jalan-jalan ke dermaga untuk kapal besar. Ketika kami sedang mengobrol tak sengaja saya dikejutka oleh lumba-lumba yang muncul ke permukaan dari kejauhan. Selang beberapa menit kemudian melihat kawanan yang sama ke permukaan kembali hingga 2 kali kami melihatnya, tapi sayang tidak terdokumentasikan kesempatan langka ini. 

 Siang hari kami menggunakan speed boat lagi menuju Marina. Selama perjalanan ini, saya baru sadar salah satu instruktur merupakan 'kakak' yang bergelut di saka bahari. Saya baru menyadari saat melihat jaket yang dikenakan penuh dengan badge kegiatan nasional&internasional pramuka dibidang bahari. Ya, kami bertemu Kak Yus, yang masih aktif di Kwartir Nasional, sayang kesempatan untuk sharing pengalaman berakhir sesampainya kami tiba di Marina.

Saya, Kak Yus dan My Buddy (Tya)

  Hingga kini saya dkk sedang menunggu lisensi A2 kami turun. Semoga tidk ada problem.Aamiin.

Jumat, 17 Mei 2013

Bachelor Degree- Yes, We can do it!


Special for my big beloved  family in campus, 
Metallurgy and Materials Engineering 2009
Universitas Indonesia
'Perjuangan Belum Berakhir, say NO to BONCOS!'

Jumat, 01 Maret 2013

Rescue Swimmer + Diving Pramuka Island!! #1stDiving

DIVE!!

Mungkin pernah terbersit judul dorama diatas? Yak, bukan untuk membahas dorama tersebut. Sedikit ingin bercerita tentang pengalaman yang baru- baru ini ku alami.

Singkat cerita, saya diajak untuk mengikuti pelatihan Rescue Swimmer dari kampus yang bekerjasama dengan INTAIFIB (bagian dari marinir) pada tanggal 20-24 Februari 2013. Peserta  pelatihan ini berjumlah sekitar 33 orang antara lain 18 perwakilan dari KAPA FTUI, sisanya dari perwakilan FISIP, FIB, dan Menwa.

Kami ditemani oleh kepala suku dari INTAIFIB, Pak Dadiyo. Instruktur oleh Pak Bolfen (Bob) dan para pelatih seperti Pak Yoto, Pak Nanang, Pak Sukendar, Pak Mandra, Pak Teguh, Pak Praka dan pelatih lainnya (belum kenalan semua,hihi).

Hari pertama: Materi kelas, mengenai Rescue Swimmer dan Pengetahuan dasar Menyelam (diving). Dilanjutkan Helirapeling dan Fastrope dari ketinggian sekitar 18 meter.

Hari kedua: Praktek di kolam. Latihan tahan nafas di dalam air, renang gaya bebas, beberang menggunakan fin dan snorkel, teknik membuang air di snorkel, teknik melompat untuk menyelam. 

Teknik masuk untuk menyelam yang diajarkan antara lain:
- the giant stride entry method
- seated entry method
- back roll method 
bahasan lengkap teknik ini bisa dibaca dari web berikut klik

Kemudian menyelam (pertama) menggunakan peralatan selam lengkap dengan tabung oksigen di kolam yang agak dangkal (1.5m). Disini kami diajarkan oxygen recovery, simulasi body breathing yaitu share oksigen untuk beberapa penyelam dari satu tabung. Hal yang kocak saat bersama partner buddy saya melakukan simulasi ini adalah ketika saya mendapatkan mouth fish milik partner saya akan tetapi tabung agak bermsalah. Karena itu laju keluaran oksigen terlalu besar, sehingga mulut kaget saat menghirup oksigen. Saya pun tak kuat sehingga harus cepat- cepat muncul ke permukaan.  Selanjutnya, ketika mask clearing saya juga mengalami hal yang sama, karena masih belum terbiasa bernafas dari mulut, saya kelupaan nafas dari hidup, sehingga tersedak air kolam, dan lagi lagi saya jadi biang rusuh di buddy 5 :p. Yang diambil hikmahnya dari latihan selam pertama ini, saya sempat lupa menggunakan bodi language yang telat diajarkan, sehingga sepulang latihan hari inilah saya cepat- cepat mencari gambar  body language diving, kurang lebih seperti gambar berikut.

Ini adalah beberapa bahasa tubuh yang digunakan selama penyelaman dan bahasa ini merupakan bahasa internasional. 
  
Hari ketiga: (masih) di kolam.  Materi yang diajarkan seperti water trappen di kolam berkedalaman 4m (ini yang masih perlu dilatih lagi,hehe :D ), terjun bebas dan menyelam (kedua kalinya) bedanya di kedalaman 4m.

Menyelam yang kali inilah saya baru merasakan rileks, karena sudah terbiasa *sigh*, disini saya mempraktekan oxygen recovery, mask clearing (lagi) dan uji bouyancy di dasar kolam. Dan.. alhamdulillah, lancarrr.. malah nagih :D.

Hari keempat: Pramuka island!!! yeaay!
Kami didampingi dosen, instruktur dan pelatih menuju pulau Pramuka. Perjalanan kami diwarnai tawa, karena selama perjalanan 2,5 jam dari Muara Angke- Pramuka, banyak peserta yang muntah bahkan ada yang muntah hingga menyembur keseluruh badan peserta lain. 

Peserta dibagi atas  dua tim, water rescue  dan diving. Untuk kali ini saya mendapatkan giliran diving. Singkat cerita saya sempat panik karena air laut yang bukannya asin, tapi pahit bila ditelan dan tenggorokan pun panas jika menelannya. Akhirnya inilah saat penyelaman pertama saya dilaut lepas. Sempat kecewa karena saya tidak berani  mask clearing di dalam laut saat masker  mulai memburam padahal pada sore itu saya adalah dua dari 8 peserta wanita yang diajak sedikit berjalan- jalan untuk melihat indahnya karang dan ikan di bawah laut 'lebih' lama.

Hari kelima (hari terakhir):

Di kesempatan ini, gelombang air laut lumayan agak bergejolak. Perahu LRC tim A terdiri atas 6 orang termasuk saya. Bergiliran dua orang untuk melakukan flip-flop yaitu membalik perahu dengan tali secara bersama-sama. Kebetulan saya kebagian giliran ke dua, untuk simulasi pertama saya sempaat panik karena saya dan teman lainnya menghanyutkan diri di laut dan sempat terseret arus sehingga susah untuk menjangkau perahu kembali. Tapi pada giliran selanjutnya ditempat yang berbeda, menuju kearah tengah laut dan begitu seterusnya. Sempat pada giliran ketiga perahu kami sempat oleng, karena tali terjerat pada balok yang ditumbuhi karang, agak berselang lama, akhirnya dapat dilepas tali dan kami melanjutkan sesi berikutnya.

Setelah selesai melakukan water rescue saatnya bagi yang ingin 'nambah' menyelam diperbolehkan untuk menjajalnya lagi. Kala itu, ketika orang terakhir muncul dari permukaan, saya meanfaat kesempatan untuk menyelam (kedua kalinya) dan instruktur berkata free walking aja :D. Dan.... alhamdulillah keturutan juga untuk menyelam lagi, dan 'sedikit' berjalan- jalan (lagi),haha

Sampai ketikan ini diposting sang penulis belum mendapatkan foto dari instruktur hasil jepretan dibawah laut (sabar yaaa... secepatnya diupload). Subhanallah... tak henti- hentinya saya panjatkan rasa syukur, masker tidak buram, sehigga bisa dengan puas melihat dan berjalan- jalan disekeliling karang dan ikan nan cantik, menyaksikan kawanan ikan warna- warni menari- nari dan masih banyak lagi.

Perjalanan pulang
Alhamdulillah akhirnya selesai juga rangkaian kegiatan, kami pun kembali ke jakarta. Belajar dari pengalaman sewaktu berangkat, saya menyediakan amunisi plastik kresek untuk anggota untuk jaga- jaga,hehe (tapi tidak terpakai) dan banyak yang duduk di atas atas kapal alih- alih agar tidak muntah dan bisa melihat pemandangan sepanjang perjalanan, merasakan semilir angin dan tidak kalah panasnya terik matahari siang menuju sore. Sebelum berpencar dengan tim bapak marinir, kami sempatkan foto bersama full team :D



Terima kasih telah diajak bergabung dikegiatan ini, walaupun muka dan badan pada gosong tersengat matahari, tetapi pengalaman ini tak datang dua kali. Semoga rangkaian kegiatan ini bermanfaat untuk kemudian hari.


Note: beberapa foto sedang diproses, tunggu ya :D

Jumat, 25 Januari 2013

Sebuah Perjalanan Panjang ~Jelajah Jawa #1

Perjalanan panjang yang menuai banyak kisah yang sedikit banyak menjadi kenangan dan pengalaman. Perencanaan dari perjalanan ini berlangsung singkat dari ide yang spontan dan modal nekat dari dari seorang teman, bernama Ade.

Dimulai dengan membuat skenario perjalanan global dan keputusan cepat untuk membeli tiket kereta super murah (re: ekonomi). Kurang lebih kami membeli tiket tersebut 1 bulan sebelum keberangkatan, tepatnya bulan Juli akhir. Singkat cerita kami mengajak 2 orang lagi untuk bergabung pada perjalanan yang akan kami lakukan. For info, kami menggunakan rute kereta: Pasar Senen (Jkt)- Pasarturi (Sby), Gubeng (Sby)-Solo Jebres dan  Solo Jebres- Manggararai (Jkt).

The stories begin..

Depok- Jakarta
28 Agustus 2012. Perjalanan dimulai dengan menaiki KRL menuju Stasiun Pasar Senen. Kondisi biaya KRL saat ini masih di antara 6-7 ribu. Pada saat itu kami kurang memperhitungkan waktu dan jalur keberangkatan.  hal ini dikarenakan masih dalam suasana arus balik Lebaran, sehingga ada penutupan jalur KRL, shingga kami harus mencari jalur lain untuk mencapai Stasiun Pasar Senen dari Depok (UI). Dari st.UI kami harius beberapa kali nyasar, kami turun Manggarai lanjut Jatinegara dan turun di Sentiong, dan akhirnya naik angkot dan jalan kaki menuju Pasar Senen.

Jakarta- Surabaya
Kereta kami berangkat sekitar pukul 15.00. Perjalanan kami melewati jalur utara, sehingga nantinya kami melewati Tegal dan Semarang. Disela perjalanan kami ada hal yang sangat menarik. Di keheningan malam, ada seorang ibu yang heboh karena dompetnya hilang, dituturkan penumpang sekitar bahwa ada laki- laki yang mencurigakan yang berkeliaran sebelum kejadian. Beberapa jam kemudian, tertangkaplah orang yang tertuduh sebagai tersangka pencopetan, sebut saja X. Si X ini nampaknya kurang beruntung, karena setelah dia melancarkan aksinya, dengan tidak berfikir panjang dia masih berada di kereta hingga kereta kami sudah berada memasuki daerah Jawa Timur. Sehingga si X mudah untuk dilacak, tojokan dan sabetan ikat pinggang melayang ke sekujur tubuh dan kepalanya. Naasnya si X ini mukanya sudah hampir tak bisa dikenali saking babak belurnya dan badanyanpun sedikit banyak menampakan luka pukulan san cambukan serta mengukurkan darah, Astagfirullah. 

Beralih ke topik awal, kurang lebih kami telah menempu perjalanan selama 14 jam, tak hanya pegal, tapi mati gaya pun kami rasakan. Alhamdulillah, 29 Agustus 2012 sekitar pukul 06.04 kami tiba di Stasiun Pasarturi, Surabaya.



Surabaya- Probolinggo

Perjalanan kami tunda sebentar untuk rehat serta sarapan pagi di daerah sekitar stasiun setempat. Kemudian kami membeli sejumlah buah- buah dan sayuran untuk kami masak malam harinya di Pasar Turi, dimana letak pasar tepat di atas areal rel kereta yang masih aktif digunakan :O. Pukul 08.00 dari depan pasar Turi ini kami menuju Terminal Bungurasih, Purabaya menggunakan bus P15 dengan tarif Rp 10.000,-. Setelah kami sampai di terminal, kami mencari bus Patas AC tujuan Probolinggo, akan tetapi kami mendapatkan tujuan Malang. Perjalanan dimulai pukul 09.02, selama diperjalanan kami terjebak macet selama kurang lebih 1 jam, dan kami sampai di terminal Probolinggo pukul 12.00.

Ngadem dibawah pohon sambil nawar elf


Di Terminal Probolinggo inilah kami beristirahat siang, beberes, bersih- bersih badan, makan siang hingga mencari elf untuk menuju Cemoro Lawang. Sambil ngadem diwarung makan kami mencari elf. Untuk informasi elf yang menuju Cemoro Lawang menggunakan sistem penuh angkut, maksudnya kalau belum penuh penumpang, maka menunggu sampai penumpang mengisi selutuh bangku yang ada, jika tidak maka tarif akan semakin mahal. Misal kapasitas 8 orang, hitung 1 mobil Rp 300.000,-, maka tiap orang terkena tarif Rp 37.500,- sekali jalan. Jika kurang, maka Rp 300.00,- dibagi jumlah penumpang yang ada.

Dan perlu di ketahui bahwa, selain sekali jalan, ada 'agen' yang menawarkan paket khusus loh. Misal per orang Rp 200.000,- (Probolinggo- Cemoro Lawang PP, Cemoro Lawang- Pananjakan 1, Pananjakan 1- Bromo, dan Bromo- Cemoro Lawang). Kalau ingin ditambah ke Ranu pane atau padang sabana beda lagi ongkosnya, kata abangnya sih karena sangat jauh dan muter rutenya,haha.


Probolinggo- Cemorolawang
Disambut matahari menuju Cemoro lawang
 Selama diperjalanan menuju Cemoro lawang, kami disuguhkan pemandangan alam perbukitan yang amat indah. Sayang keindahan ini agak terganggu dengan jalan rusak yang berkelok- kelok. Tak jarang ketika sedang berada ditanjakan kami menahan nafas karena jalan yang bersebelahan dengan jurang.

15.44 kami tiba di Cemoro lawang dan melanjutkan mencari penginapan. Akhirnya karena merasa daerah ini sangat dingin kami meminta agar kami berempat berada dalam 1 kamar. Alhasil untuk 2 malam kami dikenai tarif Rp300.000,-.

Karena jadwal ke Penanjakan 1 pada hari ke 4 (31/8) maka kami iseng jalan- jalan untuk mengejar sunset dekat penginapan. 17.14 terlembat atau tidak inilah satu diantara foto yang terekam saat sunset sore ini.


To be continued...